Sabtu, 14 Juli 2012

Pelangi dan Luka

2

Terhembus butiran rasa,
tak mampu bangkit dalam luka.
Aku selalu berdoa di langit yang membiru.

Bisikkan aku arti, untuk kamu agar kembali.
Di sini, sepi, walau tak sendiri.
Bisakah kamu hadir dalam makna? Bukan hanya satu sapa?

Berapa jauh kaki melangkah untuk hentikan luka.
Di mana halaman tentang bahagia??
Mungkinkah semua telah terbuang?
Atau malah pergi dan terus menghilang?

Terhimpit dalam nada yang menua,
aku harus apa?
Berpura-pura bahagia?

Ini bukan cerita luka...
Hanya goresan pena yang ingin membuang luka.


Kamis, 12 Juli 2012

Angan di Titik Nol

0

Entahlah, rindu itu kembali menyapa,
tanpa nada dan tanpa luka.
Hanya sepi ditemani angan tentang malam.

Bisukah sepi kali ini?

Masihkah warnamu merangkai bagai pelangi?
Jika iya, aku menunggu... Kapanpun itu.

Taukah kamu, jika berlaripun meninggalkan jejak,
dengan kamu sebagai tapak.
Aku berhenti dalam lamunan untuk menua,
tanpa harap akan menggenggam malam.

Di mana hati yang akan membeku?
Bisakah kita ubah menjadi satu?
Atau hanya bias yang kan berbau?

Aku berhenti sejenak, dalam rindu tanpa nada.
Dalam angan penuh luka...
Dan kamu sebagai tersangka..

Kamis, 05 Juli 2012

Jenuh

0

Tanpa sapa tanpa tatap.
Aku harap ini bukan kecewa kedua.
Bisakah tanpa selimut pilu?
Aku ingin tanya nyata.

Hingga selembar sajak itu nada seru,
ingin menyambut sungai yang menua.

Oh, ini bukan tangisan atau kicauan.
Ini aungan sang harimau tua,
tanpa cakar dan suara.

Bisakah kau sadar?
Aku letih untuk mencakar.

~04 07 12~

Selasa, 12 Juni 2012

Takut

5

Dalam satu ruangan yang membut raga terduduk,
terpojok dalam rasa tanpa wujud.
Tangan menutup indera hingga hampir tidak terlihat,
apa yang terjadi? aku masih melamun tanpa sajak.

Di mana satu terang yang kucari?
Tetesan demi tetesan pun mengalir tanpa nada.
Aku, di sini... Sendiri...

Ini debar yang tak terwujud sebuah luka...
Ingin beranjak dalam gubuk yang terpenjara sebuah rasa..
Ini apa? Aku bergetar, selalu tanpa celah.

Detik yang lepas dari kawalan dua kakiku.
Mata yang hampir buta pun tak mampu bernada.
Ini satu rasa, yang membuatku megah, namun aku diam tanpa nada.

Selasa, 05 Juni 2012

Guratan Dalam Kenangan

4

Di sini tersebar makna dari rinduku yang dulu,
masih teraba saat hirupan udara terasa nyata.
Akankah waktu mengindahkan masa ini?
Aku tak ingin larut dalam waktu yang membuang semua mimpi.

Taukah kamu, ini sakit... perih...
Tanpa mampu aku berucap..
Kenangan itu.. Saat aku dan kamu masih menjadi kita.

=060512=

Statistik Blog

free counters